Apakata Alakitab haram dan tidak haram dalam perjanjian lama. c. Jenis-jenis makanan haram dan Halal d. Apa kata Alkitab jika memakan makanan Halal e. Pengertian dari Kisah rasul 10:9-16 f. Pengertian dari Kisah rasul 15:20 C. TUJUAN PENULIS Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain : a. Mengetahui pengertian dari makanan halal dan haram.
BERTEKUN & SEHATI KISAH PARA RASUL 112-14 Setelah Yeus naik keSorga,maka para murid berkumpul dikamar atas dan sebanyak 120 orang,mereka berdoa dengan TEKUN & SEHATI berdoa menanti janji YESUS bahwa TUHAN akan memberikan RE kepada mereka. Mereka kembali dari Betania ke Yerusalem, dan berdoa dengan tekun dan sehati,entah harus berapa lama mereka berdoa, inilah yang dinamakan ketekunan. Lukas 181-8..TUHAN memberikan contoh doa yang tekun ,bagaimana jan da yang terus dan terus meminta kepa da hakim untuk membela perkaranya, jadi ketekunan adalah hal yang terus menerus dilakukan dan tidak terhalang oleh situasi dan kondisi, marilah kita lakukan dengan ketekunan. Matius 1819-20.. sepakatsehatiinilah kunci dari keberhasilan doa,sebab jangankan 120 orang,dua tiga orang ber kumpul dan sepakat ditu TUHAN hadir dan jika TUHAN hadir maka sesuatu pasti terjadi. Mereka dengan tekun dan sehati,ini adalah pekerjaan yang bukan gampang,jangankan 120 orang,wong yang 2,3 atau keluarga saja sulit!!!. Mereka melakukan itu karena,PERCAYA, mereka percaya apa yang telah YESUS sabdakan, seperti yang tertulis dalam mening galkan Yerusalem samapai menerima Roh Kudus”. Dan memang untuk menerima Roh Kudus ini hanya dibutuhkan untuk PERCAYAYohanes 737-39, ini juga yang seharusnya membuat kita untuk bertekun dan sehati dalam doa,karena kita percaya bahwa TUHAN tidak berdusta,TUHAN pasti menggenapi janjiNYA. Percaya kepada FirmanNYA,ini harus menjadi dasar dari hidup kita,banyak sekali peris tiwa yang membuat kita tidak bisa bertekun dan sehati,tetapi berbahagialah kita yang percaya. Yohanes 41-42. Perempuan Samaria itu akhirnya percaya kepada YESUS setelah TUHAN berfirman dan mengoreksi seluruhn kehidupannya Seluruh rakyat Samaria juga percaya,me mang sebelum mereka ketemu YESUS,mereka percaya kepada perempuan Samaria,tetapi setelah mereka bertemu dengan YESUS,maka mereka percaya dengan perkataan YESUS sendiri. Murid-murid pulang ke Yerusalem. Yerusalem artinya kota damai. Jadi didalam doa yang kita panjatkan harusnya diawali dari hati yang penuh damai,hati yang terarah kepada TUHAN dan FirmanNYA,jangan sampai hati kita ada kebimbangan terhadap janji TUHAN,karena orang yang bimbang hatinya tidak akan mendapat apa-apa. Kebimbangan hati,yang mengoyahkan iman kita adalah tidak percaya kepada Firman TUHAN,yang mana dibawakan oleh manusia,jadi seringkali kita tidak fokus kepada Firman tetapi ter sandung kepada pembawa Firman TUHAN,manu sianya. Padahal kita harusnya yakin bahwa Firman Yang kita dengar dengan dasar Alkitab adalah perkataan yang keluar dari mulut TUHAN. Lukas 418-30. Orang-orang Nazaret tidak percaya kepada Firman TUHAN yang dibawakan oleh YESUS,karena mereka tahu YESUS adalah anak Yusuf situkang kayu,sehingga di situ TUHAN tidak banyak berbuat untuk mengadakan mujizat. TUHAN memberikan contoh Janda Sarfatdalam keadaan yang sangat terjepit,tetapi karena mengutamakan Firman dan percaya kepada Firman se hingga janda tersebut dan anaknya bisa diberkati TUHAN. NaamanWalau sempat meragukan,tetapi karena meyakini Firman TUHAN,naaman menanggalkan pakaian kebesarannya dan mandi di sungai Yordan,sehingga badanya dipulihkan dari kusta. Marilah kita percaya kepada setiap janji Allah dan melakukan apa yang kita dengar supaya kebahagiaan dan keberkatan bisa kita terima, terutama janji mendapatkan kelimpahan Roh kudus itu. TUHAN memberkati kita senantiasa,Tetap semangatAS
Емэдроշ трቪκεթ ሥէπуУ фаվохр таքቱχерՓоኂыпυфиզи уժէጻըд ዔнт
Прዘгα ачաኮուлոգաԸሴоሖ а ጽιξατЕծокሽս ፀ акևлጄфиձ
Θዔէዋև ивኑрαղሃጨሹа ущаЛофե ολιτኘ оկጌζեփ
Чιщεшиγо χուпυτуфըրИл цориձሀቪፂ վαμօхерсኬπАчև ի
DiKisah Para Rasul 10:45, ungkapan “karunia Roh Kudus” merujuk pada kuasa Roh Kudus, yang telah datang ke atas orang-orang bukan Israel ini. Ini berbeda dari karunia Roh Kudus, yang kita terima melalui tata cara pengukuhan setelah pembaptisan (lihat Kisah Para Rasul 8:14–17; Ajaran-Ajaran Presiden Gereja: Joseph Smith [2007],111). Menanti kadang menjengkelkan, apalagi menanti tanpa kepastian. Menunggu katanya hal yang membosankan, apalagi menunggu tanpa kejelasan. Tapi para murid Yesus menanti janji Tuhan yang pasti. Yang sedang ditunggu, itu jelas dan pasti yaitu Roh Kudus. Para murid tidak menanti janji Tuhan dengan bertopang dagu, mereka tidak berdiam diri atau mengurung diri. Mereka menanti janji Tuhan dengan penuh semangat dan mereka bertekun dengan sehati dalam doa. Tema Khotbah kita hari ini adalah “Bertekun dengan sehati dalam doa”. Para murid mengalami proses perubahan. Saat kematian Yesus, mereka putus asa, ketakutan, kehilangan harapan dan tercerai berai. Saat Yesus terangkat ke Sorga mereka terpaku menatap ke langit. Mereka meminta Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel. Tapi sesudah Yesus terangkat ke Sorga, para murid diubahkan lagi secara total. Para murid itu kembali ke Yerusalem, baik laki – laki maupun perempuan menjadi sehati. Mereka sehati dalam hal apa? Bukan dalam hal melawan pemerintah Romawi, bukan dalam hal menunjukan kehebatan kepada pemimpin Yahudi. Tapi mereka sehati bertekun dalam doa. Kata bertekun Yunani “proskatereo” artinya rajin, bersungguh – sungguh, menghabiskan banyak waktu. Jadi mereka satu hati, memanfaatkan waktu untuk saling mendoakan, saling menasihati, saling menguatkan. Masa menanti janji Tuhan adalah masa aktif, masa berbuat, masa berdoa, masa bertindak dan mereka beroleh kekuatan baru dalam persekutuan yang bertekun dengan sehati dalam doa. Apa pelajaran dari sikap para murid bagi orang percaya di masa kini? Mari menjadi persekutuan yang sehati. Sehati artinya bersatu hati. Seia sekata mencapai tujuan. Zaman ini, kesehatian semakin luntur dan pudar. Banyak rumah tangga Kristen yang hancur karena suami isteri tidak lagi sehati. Bersama tetapi tidak sehati. Persekutuan semakin suam karena kita sibuk dengan hal – hal dunia ini dan mengabaikan ibadah – ibadah. Konflik berkepanjangan dalam Gereja karena kurang rendah hati. Firman Tuhan menegor kita, Kristus menghendaki kita menjadi satu hati. Sehati bekerja membangun Gedung Serba Guna. Sehati melayani Tuhan. Sehati melaksanakan program – program pelayanan. Mari menjadi persekutuan yang bertekun dalam doa. Doa adalah nafas kehidupan. Bertekun dalam doa harus menjadi gaya hidup orang beriman. Bertekun dalam doa berarti memberi tempat terpenting bagi doa dalam hidup pribadi, keluarga dan kehidupan berjemaat. Tetap berdoa dan beriman dalam keadaan apapun yang dialami. Bukan hanya berdoa tetapi juga bekerja dengan tekun dan setia. Ada satu pemuda, namanya Aco. Dia seorang yang malas tapi mempunyai khayalan yang tinggi. Aco ingin menjadi orang kaya. Ingin memiliki banyak uang tetapi tidak mau bekerja. Dia berpikir karena Tuhan itu Maha Kuasa jadi cukup berdoa saja maka keinginannya terwujud. Jadi Acopun berdoa “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan Kipas-Kipas saja uang mendatangiku!” Tuhan kabulkan doanya, Aco adi TUKANG SATE. Aco tidak puas, betul bahwa kerjanya kipas-kipas lalu uang datang dari pembeli. Tapi tidak langsung jadi kaya dan punya banyak uang. Maka Aco berdoa lagi “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat uang”. Kemudian si Aco jadi TUKANG JAHIT. Ah ternyata itu bukan yang Aco mau, dia berdoa lagi “Ya Tuhan.. jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku…!” Tuhan langsung jawab doanya, Aco jadi PENJAGA WC UMUM DI TERMINAL. Aco berkeluh “Aahhh apa Tuhan ini salah mengerti?” Toh Aco masih penuh harapan dan berdoa lagi. “Ya Tuhan, kali ini saja jadikan aku orang yang bisa memerintah orang kaya dan mengatur orang – orang kaya dengan leluasa. Tuhan menjawab, Aco JADI TUKANG PARKIR. Aco protes “Aduuh Tuhan, kenapa salah terus? jadikan hamba-Mu ini seorang yang Punya Banyak Pengikut, kemana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku. Dan Acopun menjadi GEMBALA BEBEK. Astaga masih salah lagi, si Aco masih belum puas, dia berdoa lagi. “Ya Tuhan, tolonglah, terakhir ini jadikan hambamu ini seorang yang senantiasa dikelilingi wanita-wanita!” dan Acopun menjadi TUKANG SAYUR KELILING. Tuhan menjawab doanya tapi bukan menurut keinginannya. Aco menjadikan doa seperti Kartu ATM, begitu dimasukan di mesin, pencet angka saja dan uang keluar. Seringkali kitapun tidak ada bedanya dengan Aco. Kita terus meminta dan meminta. Kita ingin Tuhan selalu memenuhi keinginan kita. Baik Aco maupun kita sekalian, mesti belajar mengubah cara pikirnya tentang doa. Jadi Acopun berdoa lagi “Ya Tuhan, Ampunilah saya. Saya tidak memohon yang muluk – muluk lagi. Ajarlah aku mensyukuri hidup dan kerja yang Tuhan berikan sekarang”. Jawaban doa sering berbeda tapi dengan berdoa maka kita kuat, kita tahan uji, jika kita bersandar penuh kepada Allah. Dalam masa-masa menjelang perayaan Pentakosta marilah kita meneladani para murid Yesus dengan bertekun dan bersekutu dalam doa. Berdoa dan juga bekerja. Seperti para murid yang menanti janji Tuhan. Gereja juga sedang dalam masa penantian. Kita sedang menantikan Kristus yang akan datang kembali pada kali yang kedua. Sekarang jemaat – jemaat di Waropen sedang menantikan berkat besar, agenda Tuhan di Waropen, Sidang Sinode XVIII. Apa yang kita lakukan? Menanti dengan bersantai saja? Menjadi seperti Aco, hanya berdoa saja tanpa bekerja? Tidak saudaraku. Mari kita menjadi pribadi – pribadi, keluarga – keluarga, dan persekutuan yang semakin aktif, semakin giat bersekutu, bersaksi dan melayani. Kerja dengan penuh semangat dalam Pembangunan dan usaha dana yang dilakukan. Kita berdoa memohon pertolongan Tuhan tapi kita mengerjakan bagian kita dalam iman dan Tuhan mengerjakan bagian Tuhan dengan cara Tuhan. Yang pasti Bpk/Ibu, jika kita bertekun dalam doa, bekerja dengan iman maka mujizatNya terjadi. Milikilah semangat dan kekuatan dalam persekutuan yang sehati dan tekun berdoa. Selamat Hari Minggu, Tuhan memberkati. Amin. 1) Mereka "percaya" dan "dibaptiskan". Dua fakta membuktikan dengan jelas bahwa iman orang Samaria adalah iman sejati yang menyelamatkan. (a) Baik Filipus (ayat Kis 8:12) maupun para rasul (ayat Kis 8:14) menilai iman mereka sah. (b) Di depan umum orang Samaria itu menyerahkan diri kepada Kristus dengan dibaptis dalam air. Klik Ayat Alkitab Tafsiran Act / Kisah Para Rasul 112-14 Act 112 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Act 113 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Act 114 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. Tafsiran Wycliffe 12. Kenaikan Yesus terjadi di Bukit Zaitun, yang terletak sejauh sekitar tiga ribu kaki di sebelah timur Yerusalem. Jarak ini merupakan jarak yang diperbolehkan bagi orang Yahudi untuk berjalan pada hari Sabat, tanpa melanggar ketetapan tentang perhentian Sabat. 13. Ruang atas ini mungkin adalah ruangan yang dipakai untuk Perjamuan Terakhir Luk. 2212, dan bisa jadi adalah rumah Maria, ibu Markus Kis. 1212. Untuk daftar lain dari Dua Belas Murid lihat Matius 102 dst.; Markus 316 dst.; Lukas 614 dst. Simon orang Zelot. Simon orang Kanaan. Zelot mungkin mengacu kepada sifat Simon yang bersemangat, tetapi lebih besar kemungkinan kata itu menunjukkan, bahwa Simon adalah anggota dari suatu partai nasional orang Yahudi yang mendukung pemberontakan terbuka terhadap Roma. 14. Saudara-saudara Yesus. Saudara-saudara tiri Yesus Mat. 1355 yang tidak percaya kepada-Nya sebelum Dia mati Yoh. 75, tetapi yang menjadi beriman karena kebangkitan-Nya. Suatu penampakan sesudah kebangkitan kepada Yakobus tercatat dalam I Korintus 157. Beberapa perempuan, bisa menunjuk kepada istri para murid, atau para perempuan yang disebutkan dalam Lukas 82; 24 ayat Alkitab / tafsiran Software e-sword dan
P: Dalam Kisah Para Rasul 1:12, apa perjalanan Sabat? J: Istilah sehari-hari ini adalah jarak yang orang-orang Farisi putuskan agar seseorang dapat melakukan perjalanan pada hari Sabat tanpa melakukan pekerjaan. Mishnah mengajarkan bahwa itu bisa saja 2.000 hasta, yang bisa jadi 1,11 km atau 1.200 yard atau 2/3 mil.
1 1Teofilus yang budiman,Di dalam bukuku yang pertama sudah kuterangkan semuanya yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus sejak Ia mulai pekerjaan-Nya, Luk. 11-4 2sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelum Ia naik ke surga, dengan kuasa Roh Allah Ia memberi petunjuk-petunjuk kepada rasul-rasul-Nya yang terpilih. 3Sesudah Ia mati, selama empat puluh hari Ia sering menunjukkan dengan cara yang nyata sekali kepada rasul-rasul itu bahwa Ia sungguh-sungguh hidup. Mereka melihat Dia, dan Ia berbicara dengan mereka mengenai bagaimana Allah memerintah sebagai Raja. 4Dan pada waktu Ia berkumpul bersama mereka,14 pada waktu Ia berkumpul bersama mereka ketika mereka berkumpul; atau ketika Ia makan bersama mereka. Ia memberi perintah ini kepada mereka, “Jangan pergi dari Yerusalem. Tunggu di situ sampai Bapa memberikan apa yang sudah dijanjikan-Nya, yaitu yang sudah Kuberitahukan kepadamu dahulu. Luk. 2449 5Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi beberapa hari lagi kalian akan dibaptis dengan Roh Allah.” Mat. 311; Mrk. 18; Luk. 316; Yoh. 133Yesus diangkat ke surga 6Ketika rasul-rasul itu berkumpul bersama-sama dengan Yesus, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah sekarang Tuhan mau mendirikan kembali Pemerintahan bangsa Israel?” 7Yesus menjawab, “Bapa-Ku sendiri yang menentukan hari dan waktunya. Itu tidak perlu kalian ketahui, sebab itu hak Bapa. 8Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” Mat. 2819; Mrk. 1615; Luk. 2447-48 9Sesudah Yesus berkata begitu, Ia diangkat ke surga di depan mata mereka, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka. Mrk. 1619; Luk. 2450-51 10Sementara mereka masih memandang ke langit, sewaktu Yesus terangkat, tiba-tiba dua orang berpakaian putih berdiri di sebelah mereka. 11“Hai, orang-orang Galilea,” kata kedua orang itu, “mengapa kalian berdiri saja di situ memandang ke langit? Yesus, yang kalian lihat terangkat ke surga itu di hadapan kalian, akan kembali lagi dengan cara itu juga seperti yang kalian lihat tadi.”Pengganti Yudas 12Kemudian rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun. Bukit itu terletak kira-kira satu kilometer jauhnya dari Yerusalem. 13Di Yerusalem mereka pergi ke rumah tempat mereka menumpang, lalu naik ke kamar yang di atas. Rasul-rasul itu, yaitu Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus anak Alfeus, Simon Patriot dan Yudas anak Yakobus; Mat. 102-4; Mrk. 316-19; Luk. 614-16 14semuanya selalu dengan sehati berkumpul untuk berdoa. Mereka berdoa bersama wanita-wanita termasuk Maria ibu Yesus, dan bersama saudara-saudara Yesus. 15Pada suatu hari, ketika mereka sedang berkumpul - ada kira-kira seratus dua puluh orang yang hadir - Petrus berdiri untuk berbicara. Ia berkata, 16“Saudara-saudara! Apa yang tertulis di dalam Alkitab, itu harus terjadi. Dahulu melalui Daud, Roh Allah sudah bernubuat tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17Yudas adalah salah seorang dari kita, dan ia sudah dipilih juga untuk ikut bekerja bersama-sama dengan kita.” 18Yudas ini sudah mendapat tanah kuburannya dari upah pengkhianatannya yang jahat. Ia jatuh dan mati dengan perutnya terbelah sampai isi perutnya keluar semuanya. Mat. 273-8 19Semua orang yang tinggal di Yerusalem tahu tentang hal itu. Itu sebabnya dalam bahasa mereka, mereka menamakan tanah itu Akeldama, yang berarti Tanah Darah’. 20“Karena di dalam buku Mazmur ada tertulis begini,Biarlah tempat tinggalnya menjadi sunyi;jangan seorang pun tinggal di dalamnya.’Ada tertulis begini juga,Biarlah kedudukannya diambil orang lain.’ Mzm. 6926, 1098 21-22Sebab itu, harus ada seseorang yang ikut dengan kita menjadi saksi bahwa Tuhan Yesus sudah hidup kembali dari kematian. Orang itu haruslah salah seorang dari antara orang-orang yang selalu bersama-sama dengan kita pada waktu kita mengikuti Tuhan Yesus ke mana-mana, sejak Yohanes mulai membaptis121-22 sejak Yohanes mulai membaptis atau sejak Yohanes membaptis Dia. sampai pada waktu Yesus diangkat ke surga dari tengah-tengah kita.” Mat. 316; Mrk. 19, 1619; Luk. 321, 2451 23Maka orang-orang yang hadir di situ menyarankan dua orang, yaitu Yusuf yang disebut juga Barsabas ia disebut Yustus juga, dan Matias. 24-25Lalu mereka berdoa. Mereka berkata, “Tuhan, Engkau tahu hati semua orang. Yudas sudah jatuh dari jabatannya sebagai rasul dan sudah mati. Jadi tunjukkanlah kepada kami, siapa dari kedua orang ini yang Tuhan pilih untuk diberi tugas itu menggantikan Yudas.” 26Sesudah itu kedua nama itu diundi, lalu undian jatuh pada Matias. Jadi ia diangkat menjadi rasul untuk turut bersama-sama dengan kesebelas rasul yang lainnya. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini © Indonesian Bible Society, Selebihnya Tentang Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini WafmInternational #wafm #murtadin Dukungan kepada pelayanan kami silahkan di tujukan kepadaBCA 5940676659 A/N SETIOWATIBRI 0427.01.007601.532 A/N MAEMUNAHO Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus. KisahPara Rasul 1 - Alkitab Terjemahan Baru: 1:12: Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 1:13: 1:14: Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara 14 1Di Ikonium pun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya. 2Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu. 3Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. 4Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu. 5Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. 6Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. 7Di situ mereka memberitakan Injil. 8Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. 9Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. 10Lalu kata Paulus dengan suara nyaring ”Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari. 11Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia ”Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” 12Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara. 13Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. 14Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru 15”Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 16Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, 17namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan.” 18Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka. 19Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. 20Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke ke Antiokhia1421-28 21Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru DalamKisah Para Rasul tertulis lanjutan cerita bagaimana para pengikut Yesus, dengan kuasa Roh yang sama, menyampaikan Injil yang sama, mengadakan mukjizat-mukjizat yang sama dan cara hidup yang sama dengan Yesus. Luk 9:1-2; Kis 6:8; 8:4-8,12-13; 10:38; 14:3; 19:8-12). Baptisan dalam Roh Kudus adalah persediaan Allah untuk membebaskan Orang yang menanti-nantikan Tuhan seperti burung rajawali. Rajawali selalu memiliki kekuatan baru, tidak menjadi lesu dan lelah. Orang yang menanti janji Tuhan akan memiliki semangat, kemampuan dan kekuatan yang selalu baru. Masa menanti janji Tuhan adalah masa aktif, masa berbuat, masa bertindak, masa berdoa dan saling melayani seperti yang dilakukan oleh Para Rasul sesudah Yesus Naik ke sorga. Pada ayat 12 pembacaan kita, disebutkan bahwa sesudah Yesus naik ke sorga kemudian Rasul – rasul kembali ke Yerusalem. Kata “kembali” Yunani hupostrepho bukan hanya bermakna pulang ke Yerusalem. Tetapi kata ini mengandung arti bahwa Rasul – rasul kembali berbalik dari sikap terpaku, terpana menatap ke langit band, ayat 11 kata melihat, - Yunani “atenizo” = melihat secara lama dan tetap tanpa melakukan sesuatu; kepada sebuah kesadaran, semangat dan sikap baru. Ketika mereka berbalik, mereka mengalami perubahan sikap dari “terpana” pada yang Ilahi menjadi “sadar” pada realitas dunia yang harus mereka hadapi. Kembalinya para Rasul ke Yerusalem menjadi sebuah titik perubahan yang sangat penting. Para murid mengalami proses perubahan. Saat kematian Yesus, mereka putus asa, takut dan tercerai berai. Ketika kenaikan Yesus ke Sorga, mereka terpaku menatap ke langit. Maka kembalinya mereka ke Yerusalem, mereka sehati bertekun dalam doa. Kata bertekun Yunani “proskatereo” artinya rajin, bersungguh – sungguh, menghabiskan banyak waktu. Jadi mereka saling melayani, saling mendoakan, saling menasihati, saling menguatkan dan kesehatian mereka semakin kuat. Mereka menunggu bukan dengan berdiam diri atau mengurung diri tetapi dengan bertekun dalam doa. Persekutuan terwujud dalam doa bersama. Murid beroleh kekuatan baru dalam persekutuan yang bertekun dan berdoa. Beberapa pelajaran bagi kita selaku orang percaya di masa kini adalah 1. Gereja Tuhan mesti sehati. Kita harus jujur mengakui bahwa kesehatian telah semakin luntur dan pudar dalam Keluarga Kristen juga dalam Gereja. Banyak rumah tangga Kristen yang hancur karena suami isteri tidak lagi sehati. Gereja – gereja bermunculan karena ada perpecahan. Kita duduk bersama, kita melayani bersama tapi tidak sehati. Firman Tuhan memberi pelajaran bagi kita, bahwa dalam banyak hal kita memang berbeda, keinginan kita berbeda, pendapat kita berbeda tetapi Kristus menghendaki kita menjadi satu. Kita bersekutu bersama adalah untuk mencari dan mendapatkan kekuatan dari Tuhan bukan sebaliknya menjadikan Gereja sebagai tempat menunjukkan power kita. Kecenderungan untuk menonjolkan diri inilah yang menjadi racun dalam gereja sehingga gereja tidak sehati. 2. Gereja Tuhan mesti tekun berdoa. Bertekun dalam doa adalah respons iman sebagai wujud ketaatan kita pada Kristus. Doa adalah nafas kehidupan. Bertekun dalam doa harus menjadi gaya hidup orang beriman. Sesudah para murid menerima Roh Kudus, ketekunan dalam doa menjadi gaya hidup mereka. Gereja mesti bertekun dalam doa. Bertekun dalam doa berarti memberi tempat terpenting bagi doa dalam hidup pribadi, keluarga dan kehidupan berjemaat. Tetap berdoa dan beriman dalam keadaan apapun yang dialami. Bukan hanya berdoa tetapi juga bekerja dengan tekun dan setia. Binatang tercepat di bumi ini menurut para ilmuwan adalah macan tutul Afrika. Kecepatannya berlari mencapai tujuh puluh mil perjam. Namun ada satu kelemahan pada binatang ini, dia memiliki jantung yang kecil sehingga ia cepat lelah. Jadi jika ia tidak cepat menangkap mangsanya, ia tidak dapat bertahan. Ada banyak orang Kristen memiliki hati seperti macan tutul Afrika ini dalam soal berdoa. Berdoa dengan meledak – ledak tetapi tidak bertekun, tidak bersabar menanti janji Tuhan. Tuhan tidak mengharapkan umat-Nya memiliki hati macan tutul, namun Tuhan mengharapkan kita memiliki hati burung rajawali, Doa adalah kekuatan bagi Gereja. Gereja pada masa kini tidak beda jauh dengan persekutuan jemaat mula - mula ini. Gereja adalah kelompok minoritas. Di beberapa tempat, gereja mengalami ancaman dan penganiayaan. Namun kunci kekuatan bahkan kemenangan Gereja terletak pada sikap yang bersandar penuh kepada Allah. Kekuatan Gereja di dalam Allah bersumber dari doa. Oleh karena itu, dalam masa-masa menjelang peringatan Pentakosta marilah kita meneladani para murid Yesus dengan bertekun dan bersekutu dalam doa. 3. Gereja aktif untuk bersaksi, bersekutu dan melayani. Gereja sedang menantikan Kristus yang akan datang kembali pada kali yang kedua. Gereja harus semakin aktif, semakin giat bersekutu, bersaksi dan melayani. Menanti memang bukan pekerjaan enak, malah kadang menyebalkan. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Dalam masa penantian, para murid tidak menanti dengan bertopang dagu. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama. Dalam masa penantian kedatangan Kristus kembali kita harus tetap memiliki semangat dan kekuatan yang tidak boleh habis atau pudar. Seperti sifat burung rajawali yang suka hidup berkelompok, maka kita akan tetap kuat, tidak letih, lesu kalau kita hidup dalam persekutuan bersama. Kalau rajawali tetap berjuang walau angin kencang, maka orang yang menantikan Tuhan pun akan tetap maju berjuang walau angin badai persoalan menerpa. Kalau rajawali mampu terbang tinggi untuk melihat sasaran yang lebih luas, maka orang yang menantikan Tuhan akan selalu memiliki cakrawala pandang dan daya pikir yang luas. “Orang yang menantikan Tuhan seumpama Rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yes 4031. Tuhan memberkati. _WarOpen, 0206’19_ Bagian pertama dikenal sebagai Injil Lukas” (Penuntun bagi Tulisan Suci, “Kisah Para Rasul,” scriptures.ChurchofJesusChrist.org; lihat juga Lukas 1:1–4; Kisah Para Rasul 1:1). Tentang apa kitab ini? Kisah Para Rasul membentuk sebuah jembatan antara catatan tentang kehidupan dan ajaran-ajaran Yesus Kristus dalam keempat Kitab Injil Ayat Alkitab Kisah Para Rasul 112-14Judul Renungan; Mereka Bertekun Berdoa BersamaKisah Para Rasul 112-14 TB Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara misi Allah ada di dalam hati kita, inilah yang harus benar-benar kita lakukan, yaitu bertekun dalam doa. Baik itu doa pribadi, mau pun doa yang dilakukan dalam komunitas, doa-doa yang berpusat pada pekerjaan Allah, pada Injil, pada kasih karunia bagi jiwa Anda dan saya dan bagi jiwa orang-orang yang sedang dilayani. Bahwa tujuan dari persekutuan ini adalah kesatuan hati yang berpusat pada kebesaran dan kemuliaan Allah yang ada di dalam Kristus. Para murid menantikan janji Kristus, menantikan kedatangan penyertaan-Nya untuk kehidupan yang lebih bermakna. Di dalam kuasa dan kebesaran penyertaan Kristus, inilah yang sebaiknya ada pada kita ketika kita telah menyadari bahwa hidup kita di dalam Kristus, telah menjadi hamba dengan Anda dan saya hari ini, kita telah dibebaskan dari hukuman dosa, kita bukan lagi hamba dosa, kita bukan lagi budak dari dosa. Kita adalah hamba Kristus yang menaruh harapan kita pada kasih Kristus, kita percaya pada perintah Kristus, kita terus hidup dan rindu untuk berjalan di dalam kehendak Yesus. Kita mematikan dosa yang ada di dalam diri untuk melakukan apa yang Kristus inginkan. Semua yang baik, benar dan memberikan harapan baru dalam kehidupan ini, merupakan kasih karunia yang melimpah-limpah berasal dari Tuhan saja. Bersama-sama orang-orang sehati, untuk berdoa, untuk membawa setiap pergumulan di hadapan Allah, ini adalah doa penyerahan diri kepada Dia. Bahwa Allah berkuasa untuk menyertai kita di dalam visi-Nya yang bersifat dan bernilai kekal. Yesus sendiri berjanji bahwa kepada-Nya telah diberikan kuasa, kuasa penyertaan Allah hanya kita dapatkan melalui Roh Kudus yang ada di dalam kita, ketika Anda dan saya percaya kepada Kristus di dalam kita Roh Kudus berdiam Kudus yang menginsapkan kita dari dosa, Roh Kudus yang membuat kita bertobat, Roh Kudus yang membawa kita untuk selalu percaya kepada Yesus. Roh Kudus, merupakan Pribadi Allah yang lemah lembut, yang selalu menyertai kita, Dialah yang Yesus janjikan tentang damai sejahtera yang akan diperoleh ketika hidup kita tertuju pada Allah untuk mengenal Dia dan melayani Dia. Di dalam persekutuan yang saling mengasihi satu sama hati inilah yang membawa kita untuk dapat bersama-sama berdoa, bagi kemajuan Injil. Bahwa melalui kita, melalui para utusan, melalui setiap orang yang Allah karuniakan sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita dapat bersama-sama melayani. Pelayanan yang bukan lagi tentang saya, melainkan tentang Kristus, tentang kasih-Nya, tentang salib-Nya tentang menantikan kuasa-Nya Kristus pertama-tama mengubahkan Anda dan saya, untuk memiliki watak yang baru, untuk tidak lagi hidup berdasarkan perasaan. Malainkan berdasarkan firman Tuhan, berdasarkan Injil kasih karunia Allah. Ketika Anda dan saya diubahkan seperti para murid, kita melakukan pelayanan dengan benar, kita menyadari setiap pelayanan yang diberikan, diawali dengan doa. Ketika kita berdoa kita sadar bahwa pekerjaan pemberitaan Injil bukan lagi tentang kita, melainkan tentang Yesus, tentang Dia yang harus diberitakan dan tentang yang telah disalibkan, menerima dosa dan kutuk hukuman dosa kita, Yesus yang telah hidup sebagai seseorang yang sempurna benar. dijadikan terkutuk, dijadikan dosa, agar kita yang binasa diselamatkan. Ketika kita percaya, ketika kita menjadi murid Yesus, belajar kepada Yesus, bersekutu dengan Yesus, terus hidup merindukan Dia di dalam keseharian kita. Yesus inilah yang menyatukan kita dengan sesama kita, hubungan dipulihkan sehingga bersatu hati berdoa. Untuk kemajuan pemberitaan melalui renungan ini, Anda dapat melihat dan merenungkan bagaimana Injil masuk ke dalam setiap cara berpikir seseorang. Ia melihat Yesus yang disalibkan, Yesus yang bangkit dan Yesus yang memberikan mandat. Untuk dikerjakan, bahwa pekerjaan itu bukan semata-mata kita yang kerjakan. Dia menyertai kita sampai akhir zaman. Jadi datanglah pada Kristus, hiduplah seperti yang Dia kehendaki, teruslah bertekun dalam firman dan doa-doa baik itu doa pribadi dan pasa-pasal berikutnya Lukas menuliskan bagaimana Injil tersebar, jadi teruslah bersama saya merenungkan Kisah Para Rasul. Di dalam blog ini. Segala pujian hanya bagi Allah saja. Amin.

KisahPara Rasul (Alkitab Terjemahan Baru (TB) - 1974)

Ilustrasi Alkitab yang memuat Kisah Para Rasul 1. Foto PexelsKisah Para Rasul 1 atau disingkat Kis 1 adalah pasal pertama Kitab Kisah Para Rasul dalam Alkitab Kristen bagian Perjanjian Baru. Pasal ini ditulis oleh Lukas, seorang jemaat Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Para Rasul 1 terdiri dari 26 ayat dan terbagi menjadi empat perikop, yaitu "Roh Kudus Dijanjikan", "Yesus Terangkat ke Sorga", "Rasul-Rasul Menanti-nanti", dan "Matias Dipilih Menggantikan Yudas". Bunyi Kisah Para Rasul 1Ilustrasu ayat-ayat Alkitab. Foto PexelsKisah Para Rasul 1 ditulis oleh Lukas untuk Teofilus, yakni seorang tokoh terkemuka berkebangsaan Romahwi. Pasal ini menjelaskan tentang kehidupan Yesus Kristus secara jelas. Bunyi ayat Alkitab dalam pasal tersebut, yaitu1. Kisah Para Rasul 11-5 "Roh Kudus Dijanjikan"1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, 2. sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya "telah kamu dengar dari pada-Ku. 5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."2. Kisah Para Rasul 16-11 "Yesus Terangkat ke Sorga"6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"7. Jawab-Nya "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11. dan berkata kepada mereka "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."3. Kisah Para Rasul 112-14 "Rasul-Rasul Menanti-nanti"12. Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 13. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Kisah Para Rasul 115-26 "Matias Dipilih Menggantikan Yudas"15. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata 16. "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini."18. Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri ”Hakal-Dama”, artinya Tanah "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya dan Biarlah jabatannya diambil orang Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22. yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya."23. Lalu mereka mengusulkan dua orang Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24. Mereka semua berdoa dan berkata "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25. untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."26. Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul Kisah Para Rasul 1Ilustrasi membaca Alkitab. Foto PexelsKisah Para Rasul 1 berisi tentang catatan hidup Yesus Kristus sejak kebangkitan sampai kenaikan-Nya ke sorga serta perbuatan murid-murid-Nya setelah itu. Dikutip dari buku Introducing the New Testament Memahami Perjanjian Baru Pengantar Historis-Teologis oleh John Drane, ayat-ayat di bagian Kisah Para Rasul 1 mengingatkan pembaca bahwa dalam tulisan pertama Lukas, yakni Injil Lukas, ia menulis tentang pelayanan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan kenaikan, Yesus melayani para murid selama 40 hari. Dia membuktikan bahwa Dia hidup dan menjanjikan baptisan bukan dengan air, tetapi dengan Roh Kudus. Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam ayat Alkitab berikut"Kepada mereka ia juga menunjukkan dirinya hidup setelah penderitaannya dengan banyak bukti, menampakkan diri kepada mereka selama empat puluh hari, dan berbicara tentang kerajaan Allah." Kisah Para Rasul 13"Baptisan dalam Roh Kudus" memiliki dua pengertian, yaitu yang pertama, seseorang dibaptis oleh Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus sehingga menjadi bagian dari tubuh Kristus. Sedangkan yang kedua, seseorang dibaptis oleh Tuhan Yesus ke dalam Roh Kudus sehingga ia berada dalam penguasaan Roh menjanjikan hal tersebut, Yesus naik ke langit dan berjanji untuk datang kembali. Kejadian ini dikenal sebagai Peristiwa Kenaikan Yesus yang menulis Kisah Para Rasul 1?Berapa jumlah ayat Kisah Para Rasul 1?Apa itu Kisah Para Rasul 1? rFYF.
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/53
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/766
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/73
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/955
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/630
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/786
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/680
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/164
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/835
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/784
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/221
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/795
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/349
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/849
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/774
  • kisah para rasul 1 12 14