Untuklebih mudah memahaminya, gambar diatas merupakan contoh skala pengukuran menggunakan jangka sorong. Dapat dilihat bahwa garis merah putus-putus menunjukkan pengukuran skala utama yang bernilai 2.7 cm sedangkan garis hitam putus-putus menunjukkan nilai skala nonius yang bernilai 0.6 mm atau setara dengan .06cm.Sehingga dengan menjumlahkan kedua nilai tersebut, kita akan mendapatkan nilai
Unduh PDF Unduh PDF Jangka sorong vernier caliper adalah alat yang digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam benda ataupun bagian luarnya, dan juga untuk mengukur kedalaman lubang, celah, dll.. Alat ini memungkinkan Anda mendapatkan hasil pengukuran yang lebih tepat daripada yang Anda dapatkan dengan penggaris/pita pengukur biasa. Artikel wikiHow ini akan menjelaskan cara menggunakan dan membaca jangka sorong. 1Pahami bagian-bagian jangka sorong. Sebuah jangka sorong memiliki rahang utama/tetap bagian bawah yang lebih besar digunakan untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda, dan rahang yang lebih kecil bagian atas digunakan untuk mengukur diameter dalam benda. Beberapa model jangka sorong juga memiliki pengukur kedalaman. Skala utama tetap pada tempatnya, sedangkan skala vernier skala nonius adalah sebutan untuk skala geser/sorong yang juga berfungsi membuka dan menutup rahang. 2 Bacalah skala pada jangka sorong. Setiap skala pada jangka sorong dibaca seperti halnya pada penggaris biasa. Pada dasarnya, jangka sorong memiliki skala utama yang ditandai dengan angka dalam satuan inci atau sentimeter, ditambah pembagian lebih kecil di antaranya. Skala geser vernier seharusnya memiliki tanda angka di atasnya untuk menunjukkan ukuran skala yang mewakili. Jika pada skala geser tidak dituliskan angka, Anda dapa berasumsi bagian-bagian angka tersebut mewakili 1/10 dari pembagian terkecil pada skala utama. Sebagai contoh, jika garis terkecil pada skala utama menunjukkan 0,1 inci maka setiap bagian angka pada skala vernier mewakili 0,01 inci. Skala utama adalah "ukuran asli," sementara skala geser diperbesar untuk pembacaan yang mudah. Sistem perbesaran memungkinkan jangka sorong mengukur lebih tepat daripada sebuah penggaris. 3 Periksa skala dari bagian-bagian terkecil. Sebelum membuat pengukuran, hitunglah jumlah garis di antara dua angka pada skala vernier. Gunakan garis tersebut untuk menentukan berapa ukuran yang terwakili oleh setiap garis terkecil. Sebagai contoh, angka pada skala vernier menunjukkan 0,1 inci, dan ada lima garis tidak berangka di antaranya. 0,1 inci ÷ 5 = 0,02 inci, jadi setiap garis tidak berangka mewakili 0,02 inci. 4Bersihkan benda yang akan diukur. Bersihkan benda dengan lap untuk memastikan tidak ada lemak/minyak yang menempel, dan tidak ada apa pun yang akan mengganggu pengukuran yang akurat. 5 Bukalah kunci sekrup. Jika jangka sorong Anda memiliki sekrup pengunci, kendurkan sebelum Anda memulai ke kanan searah jarum jam akan mengencangkannya, sedangkan memutar ke kiri berlawanan arah jarum jam akan mengendurkannya. 6 Tutuplah rahang jangka sorong. Sebelum mengukur apa pun, tutup/rapatkan rahang dan tahan pembacaan pada angka nol sehingga Anda akan mendapatkan ukuran yang tepat. Jika tidak, saat Anda melakukan pengukuran tidak akan memulai dengan skala yang berimpit pada angka nol, dan karenanya Anda harus mengoreksi kesalahan nol zero error—kesalahan pengukuran akibat skala alat tidak berada pada posisi angka nol.[1] Sebagai contoh, jika nol pada skala geser vernier berimpit dengan 1 mm pada skala tetap utama, Anda memiliki kesalahan nol positif yaitu +1 mm. Kurangkan 1 mm dari semua hasil pengukuran untuk mendapatkan hasil yang benar. Jika angka nol pada skala geser berada terlalu ke kiri dari nol pada skala utama, Anda memiliki kesalahan nol negatif. Geserlah rahang sehingga berimpit dengan nol, sementara memperhatikan tanda angka untuk melihat ukuran dari kesalahan. Sebagai contoh, jika tanda 0,5 mm bergerak dari angka 1 mm kira-kira ke posisi 2,1 mm, kesalahan nol adalah -2,1 - 1, atau -1,1 mm. Tambahkan 1,1 mm ke semua hasil pengukuran untuk memperbaikinya. Iklan 1Geserlah salah satu rahang untuk menjepit benda yang hendak diukur. Jangka sorong memiliki dua jenis rahang. Rahang yang lebih besar menjepit sekeliling benda, untuk mengukur bentangan/ketebalannya. Rahang yang lebih kecil ditempatkan ke dalam bukaan/lubang benda, kemudian dapat ditekan untuk mengukur diameter bagian dalam lubang dari benda tersebut. Anda dapat menyesuaikan pasangan rahang tersebut dengan cara menggeser skala yang lebih kecil skala geser/vernier/nonius. Setelah Anda mendapatkan salah satu rahang pada posisinya, kencangkan sekrup pengunci jika ada. 2 Bacalah skala utama yang berimpit dengan angka nol pada skala geser. Pada prinsipnya, skala utama pada jangka sorong menunjukkan angka bulat ditambah angka desimal persepuluhan yang pertama.[2] Bacalah pengukuran angka nol pada skala geser vernier sebagaimana Anda membaca penggaris biasa. Sebagai contoh, jika nol 0 pada skala geser segaris dengan angka 2 inci, hasil pengukuran Anda adalah 2 inci. Jika angka tersebut berimpit melewati angka 2 inci lebih enam persepuluh 6/10, hasil pengukuran Anda adalah 2,6 inci. Jika hasilnya di antara dua garis, cukup gunakan nilai yang lebih kecil. Jangan berusaha untuk memperkirakan nilai antara kedua garis tersebut. 3 Bacalah skala vernier. Carilah garis pertama pada skala vernier yang berimpit secara sempurna dengan garis mana pun pada skala utama. Garis tersebut menunjukkan nilai dari digit tambahan. Sebagai contoh, angka 14 pada skala vernier berimpit dengan sebuah garis pada skala utama. Katakanlah garis tersebut mewakili tambahan 0,01 inci. Jadi, angka 14 mewakili 0,014 inci. Pembacaan tersebut menjadikan tidak ada perbedaan garis mana pada skala utama yang berimpit. Kita telah mengambil pembacaan dari skala utama. Jadi, jangan melakukan pembacaan lain. 4 Jumlahkan kedua angka yang diperoleh. Jumlahkan hasil pembacaan dari skala utama dan skala vernier untuk mendapatkan jawaban akhir. Pastikan Anda menggunakan satuan yang benar sesuai yang tercantum pada setiap skala. Jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan jawaban yang benar. Dalam contoh, kita mengukur 2,6 inci pada skala utama, dan 0,014 inci pada skala vernier. Hasil pengukuran akhir adalah 2,614 inci. Angka tersebut tidak selalu segaris secara rapi/tepat. Sebagai contoh, jika skala utama dalam satuan sentimeter terbaca 0,85 dan skala vernier 0,01 cm terbaca 12, penjumlahan keduanya akan menghasilkan 0,85 + 0,012 = 0,862 cm. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? xo = hasil pengukuran yang terbaca; dan. ∆ x = ketidakpastian pengukuran = 1/2 skala terkecil alat ukur. Berikut ini merupakan contoh pengukuran beberapa besaran di dalam Fisika. 1. Pengukuran panjang. Panjang merupakan salah satu besaran pokok yang dapat diukur menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer sekrup. Berikut ini contoh Ilustrasi menggunakan jangka sorong. Sumber PixabayBagian-Bagian Jangka SorongIlustrasi jangka sorong. Foto PixabayCara Menggunakan dan Membaca Jangka SorongIlustrasi jangka sorong. Foto PixabayIlustrasi mengitung diameter skrup. Sumber PinterestHasil Pengukuran = Skala Utama + Skala NoniusHasil Pengukuran = 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cmBerapa Batas Ketelitian dari Jangka Sorong?Ilustrasi jangka sorong. Foto UnsplashApa Saja yang Dapat Diukur dengan Jangka Sorong?Ilustrasi mengukur benda dengan jangka sorong. Foto Pixabay

Daridata diameter (d) dan tinggi sampel (h), dapat dihitung volume sampel dengan persamaan : V (cm 3) = 0,25 π hd 2 (6) Pengukuran dimensi untuk diameter dan tebal dilakukan sebanyak sepuluh kali. Nilai ketidakpastian dari pengukuran jangka sorong disebut U1. Jangka sorong yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3.

Jangka sorong adalah alat ukur yang mampu mengukur jarak, kedalaman, maupun diameter dalam’ suatu objek dengan tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik ±0,05 mm. Hasil pengukuran dari ketiga fungsi alat tersebut dibaca dengan cara yang sama. Alat ini dipakai secara luas pada berbagai bidang industri enjiniring teknik, mulai dari proses desain/perancangan, manufaktur/pembuatan, hingga pengecekan akhir produk. Alat ini dipakai luas karena memiliki tingkat akurasi dan presisi yang cukup tinggi, mudah digunakan, mudah dibawa-bawa, dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Karena alasan inilah jangka sorong lebih disukai insinyur enjinir dibandingkan alat ukur konvensional seperti penggaris. Bagian-bagian Jangka Sorong Bagian-bagian jangka sorong terdiri dari skala baca yang tercetak pada badan alat ini sama seperti skala baca/angka-angka di penggaris yang dapat diatur berdasarkan letak “rahang” jangka sorong; terdapat dua pasang rahang, yakni sepasang rahang luar atau rahang bawah untuk mengukur jarak pengukur utama dan sepasang rahang dalam atau rahang atas untuk mengukur diameter dalam’ contohnya mengukur diameter dalam pada cincin. Kedua pasang rahang tersebut dapat digerakkan untuk pengukuran, jarak antar rahang untuk kedua pasang rahang tersebut dapat dibaca dengan cara yang sama. Selain itu pula, terdapat tangkai ukur kedalaman yang pergerakannya diatur dengan cara menggerakkan rahang. Karena ketiga bagian-bagian jangka sorong tersebut saling bergerak bersamaan, maka ketiga fungsi tersebut pengukurannya dibaca/dihitung dengan cara yang sama. Untuk lebih jelasnya, bagian-bagian jangka sorong dapat dilihat pada gambar dibawah ini Sumber gambar Cara Membaca Jangka Sorong Perhatikan hasil pengukuran diatas. Cara membaca jangka sorong untuk melihat hasil pengukurannya hanya dibutuhkan dua langkah pembacaan Membaca skala utama Lihat gambar diatas, 21 mm atau 2,1 cm garis merah merupakan angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala vernier persis di sebelah kanannya. Jadi, skala utama yang terukur adalah 21mm atau 2,1 cm. Membaca skal vernier Lihat gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala utama yang yang tepat bertemu dengan satu garis pada skala vernier. Pada gambar diatas, garis lurus tersebut merupakan angka 3 pada skala vernier. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,3 mm atau 0,03 cm. Untuk mendapatkan hasil pengukuran akhir, tambahkan kedua nilai pengukuran diatas. Sehingga hasil pengukuran diatas sebesar 21 mm + 0,3 mm = 21,3 mm atau 2,13 cm. Contoh Soal Jangka Sorong Contoh Soal 1 Tentukan hasil pengukuran pada gambar diatas dalam satuan centimeter. Solusi Pembacaan skala utama= 10 cm angka 10 persis bersebrangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya. Pembacaan skala vernier/ skala nonius= 0,02 cm garis kedua setelah nol pada skala vernier tepat lurus dengan garis diatasnya. Jadi, hasil pengukuran pada gambar di atas = 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm Atau 100,2 mm. Contoh Soal 2 Suatu baut panjangnya diukur dengan menggunakan jangka sorong dengan skala utama centimeter seperti yang dapat dilihat pada gambar diatas. Tentukan hasil perhitungan akhir dari pengukuran diatas dalam satuan milimeter. Solusi Pembacaan skala utama= 1,1 cm atau 11 mm terdapat satu garis setelah angka 1 pada skala utama yang persis bersebrangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya. Pembacaan skala vernier/ skala nonius= jika dilihat dengan seksama, garis pada skala vernier yang tepat lurus dengan garis diatasnyamerupakan garis antara 6 dan 7. Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,65 mm. Didapat, hasil pengukuran panjang baut adalah 11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm Atau 1,165 cm. Jangka Sorong Analog dan Digital Jangka sorong diatas merupakan jenis alat pengukuran konvensional pada umumnya atau biasa disebut jangka sorong manual karena hasil pengukurannya harus dihitung sendiri secara manual. Selain jenis seperti diatas, terdapat dua jenis lainnya, yaitu jangka sorong analog dan digital. Kedua jenis ini tidak memerlukan perhitungan manual seperti jangka sorong manual karena hasil pembacaan pengukuran pada kedua alat tersebut langsung ditampilkan pada tampilan pembaca analog dan digital enak ya 🙂 . Akan tetapi, kedua jenis alat ini membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan dan perawatannya jangan sampai terjatuh, nanti bisa rusak. Sumber gambar Kontributor Ibadurrahman Mahasiswa S2 Teknik Mesin FT UI Materi lainnya Kesetimbangan Benda Tegar Listrik Statis Gerak Parabola
Hasilpengukuran jangka sorong merupakan penjumlahan dari pembacaan kedua skala tersebut. Skala utama jangka sorong berada di atas. Pembacaan skala utama dilihat dari angka yang paling dekat dengan garis nol pada skala nonius yang ada di bawahnya. Pada gambar, angka di skala utama yang dekat dengan angka nol adalah 57 mm atau 5,7 cm .
PertanyaanHasil pengukuran diameter cincin menggunakan jangka sorong diperoleh data 1,88 cm. Data hasil pengukuran yang dilaporkan adalah...Hasil pengukuran diameter cincin menggunakan jangka sorong diperoleh data 1,88 cm. Data hasil pengukuran yang dilaporkan adalah... YMY. MaghfirahMaster TeacherJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah sorong adalah sebuah alat ukur yang mampu mengukurdiameter dalam maupun diameter luar sebuah objekdengan akurasi yang sangat baik. Terdapat 2 jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius. Dalam menuliskan hasil pengukuran jangka sorong, ditulis pula nilai ketidakpastiannya yaitu 0,005 cm. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilaporkan adalah . Jadi, jawaban yang tepat adalah sorong adalah sebuah alat ukur yang mampu mengukur diameter dalam maupun diameter luar sebuah objek dengan akurasi yang sangat baik. Terdapat 2 jenis skala pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius. Dalam menuliskan hasil pengukuran jangka sorong, ditulis pula nilai ketidakpastiannya yaitu 0,005 cm. Dengan demikian, hasil pengukuran yang dilaporkan adalah . Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!5rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!ARAqila Rizqi Kamilia Makasih ❤️ Ini yang aku cari! Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti

Jangkasorong juga merupakan alat pengukur panjang dan biasa digunakan untuk mengukur diameter suatu benda. skala terkecil pada jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Cara mengukur panjang benda menggunakan jangka sorong ditunjukkan oleh Gambar 1.11 (b). Ditunjukkan pada gambar tersebut skala utama (sku) adalah 62 skala dan skala nonius

Jakarta - Jangka sorong merupakan alat ukur dengan tingkat ketepatan dan ketelitian yang sangat baik akurat. Penggunaan jangka sorong digunakan apabila sebuah benda, tidak dapat diukur menggunakan jangka sorong sebagai alat ukur suatu benda diantaranya adalah untuk mengukur diameter luar dan dalam benda, mengukur panjang benda berukuran kecil dan mengukur kedalaman dari modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh Saroji, tingkat ketelitian jangka sorong atau skala terkecil disebut dengan skala nonius. Tingkat ketelitian pada jangka sorong, selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Mulai dari 0,5 mm, 0,1 mm, 005 mm, hingga sekarang yang banyak digunakan mencapai 0,02 Jangka SorongRahang Dalam rahang geser dan rahang tetap berfungsi untuk mengukur ketebalan atau diameter luar suatu Luar rahang geser dan rahang tetap berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu probe pengukur kedalaman berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu utama berfungsi untuk menyatakan hasil pengukuran utama dalam bentuk satuan, seperti centimeter cm dan nonius berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk satuan milimeter mm dan berfungsi untuk mengunci dengan cara menahan bagian-bagian yang bergerak pada saat proses Menggunakan Jangka SorongUntuk menggunakan jangka sorong, kita hanya perlu untuk menggeser bagian rahang geser sesuai dengan jarak benda yang ingin diukur. Setelah mendapatkan ukuran dari bendanya, lakukanlah penguncian pada pengunci dengan cara diputar. Kemudian lihat dan perhatikanlah skala yang sorong memiliki dua skala yaitu skala utama dan skala noniusSkala utama adalah skala yang tertera pada rahang tetap, dibaca mulai dari angka 0 pada rahang tetap sampai skala atau angka didepan skala 0 pada skala nonius rahang geser.Skala nonius adalah skala yang terbaca pada rahang geser. Carilah skala nonius yang berimpit segaris lurus dengan skala utama, kemudian dikalikan dengan skala terkecil nonius jangka Membaca dan Menghitung Jangka SorongBerikut adalah contoh membaca dan menghitung pengukuran jangka sorong yang bersumber dari modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh menentukan nilai skala terkecil NST dapat ditentukan menggunakan rumusNST = nilai skala terkecil dari skala utama jumlah skala noniusMisal, pada sebuah jangka sorong jarak skala 4 dan 5 adalah 1 cm, dan antara skala 4 dan 5 terdapat 10 garis nilai skala terkecil skala utamanya1 cm 10 = 0,1 cmSkala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 perhatikan skala nonius. Pada skala nonius terdapat 50 garis NST jangka sorong tersebut adalah NST = 0,1 cm 50 = 0,002 cm= 0,02 mmContoh soal cara mendapatkan hasil pengukuran dengan jangka sorong dalam centimeter cm.Simak dan perhatikan contoh gambar dan penjelasan di bawah ini ya!Contoh 1Contoh soal jangka sorong Foto modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh SarojiJangka sorong dengan NST 0,1 mmDiketahui skala utamanya adalah 2,3 mm dan skala nonius = 2 x 0,01 cm = 0,02 cmJumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius 2,3 cm + 0,02 cm = 2,32 cmJadi, hasil pengukurannya adalah 2,32 cmContoh 2Contoh soal jangka sorong Foto dok. modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh SarojiJangka sorong dengan NST 0,05 mmDiketahui skala utama = 0,5 cm dan skala nonius = 10 x 0,005 cm =0,05 cmJumlahkan angka yang didapat dari skala utama dan skala nonius0,5 cm + 0,05 cm = 0,55 cmJadi, hasil pengukurannya adalah 0,55 cmDemikian penjelasan mengenai membaca dan cara menghitung jangka sorong. Mudah bukan detikers? Selamat belajar! Simak Video "Konsep Multiverse dalam Sudut Pandang Agama" [GambasVideo 20detik] pal/pal
Tembaga dapat dipindahkan dalam sebuah reaksi kimia dengan menggunakan bahan kimia Ferric Chlorida ". Sedangkan data kuantitatif adalah informasi yang diperoleh dalam pengukuran berupa nilai atau angka, misalnya sebuah pengukuran tegangan diperoleh (10 ± 1) volt. Selanjutnya data kuantitatif dapat digolongkan menjadi dua macam
12 Tujuan Penulisan. 1. Memperdalam wawasan pengetahuan tentang mata kuliah Fisika Dasar I. 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh praktikum fisika dasar I dalam kehidupan sehari-hari. 3. Dapat menggunakan alat-alat ukur dengan baik dan benar. 4. Mengembangkan daya nalar mahasiswa untuk menganalisa data dan membuktikan kebenaran ilmiah. tongkolmenggunakan jangka sorong digital. Panjang tongkol (cm) tongkol yang dipanen dikupas kelobotnya kemudian diukur menggunakan penggaris dari pangkal hingga ujung tongkol. Jumlah baris biji pertongkol pengukuran dengan cara menghitung jumlah baris biji pada tongkol Jumlah biji perbaris Pengukuran dengan cara menghitung jumlah biji perbaris
Jangkasorong adalah suatu alat ukur panjang yang dapat dipergunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. keuntungan penggunaan jangka sorong adalah dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng, diameter dalam sebuah tabung atau cincin, maupun kedalam sebuah tabung.
R306hT.
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/925
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/809
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/598
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/348
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/77
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/213
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/343
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/708
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/692
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/156
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/491
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/976
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/346
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/761
  • 0gwg9klhmf.pages.dev/651
  • dalam pengukuran dengan menggunakan jangka sorong diperoleh ukuran diameter